Pasulukan

Ikon

for Indonesian Culture

Legenda Ajisaka; Mengungkap Zuriat Nabi Ishaq di Nusantara

Dalam prasasti Kui (840M) disebutkan bahwa di Jawa terdapat banyak pedagang asing dari mancanagara untuk berdagang misal Cempa (Champa), Kmir (Khmer-Kamboja), Reman (Mon), Gola (Bengali), Haryya (Arya) dan Keling. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Agama, Kebudayaan, Renungan, Science

Pangeran Aria Suria Atmaja

Setelah Pangeran Suria Kusumah Adinata wafat digantikan oleh putranya Raden Sadeli dilahirkan di Sumedang tanggal 11 Januari 1851. Sebelum menjadi bupati Sumedang Raden Sadeli menjadi Patih Afdeling Sukapura –kolot di Mangunreja. Pada tanggal 31 Januari 1883 diangkat menjadi bupati memakai gelar Pangeran Aria Suria Atmadja (1883–1919). Pangeran Aria Suria Atmadja merupakan pemimpin yang adil, bijaksana, saleh dan taqwa kepada Allah. Raut mukanya tenang dan agung, memiliki displin pribadi yang tinggi dan ketat. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Kebudayaan

Imperialisme Budaya; Posmo Kolonialisme Imperialisme

oleh : Itempoeti

imperialisme

Bangsa yang hidup di Bhumi Nuswantara ini adalah bangsa yang besar. Itu dulu, tatkala masih ada nama-nama besar Sriwijaya, Pajajaran, Ternate, Gowa, Kutai dan Majapahit. Tapi kini, ratusan tahun kemudian, setelah nama-nama tersebut tinggal hanya menjadi torehan tinta emas sejarah, bangsa yang sudah menyatu dan berganti nama menjadi Indonesia ini malah mencapai titik nadir terendahnya. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Kebudayaan

Perang Kebudayaan

Oleh : Kopral Cepot

Pertanyaan yang menggelitik di sodorkan oleh Kang Usup “Apakah Korea Bagi Indonesia : Sebuah Ancaman ?” secara spontan saya memberikan komentar diantaranya : …. Apa yang dilakukan korea juga negara2 lainnya adalah bentuk “Serangan Budaya” dengan senjata fashion, film, fun, dll yang berujung pada “imperialisme kebudayaan” jd secara tak sadar kita telah masuk pada episode perang dunia ke-tiga yaitu perang budaya..  Baca entri selengkapnya »

Filed under: Kebudayaan

Adat Sebenar Adat atau Adat Perennis

Masyarakat asli Indonesia tidak pernah menyebut dan membuat definisi tentang Adat, karena itu, istilah Adat merupakan pinjaman. Di sini akan dikaji etimologi kata asing itu dan sejauhmana kata itu dipakai dan dimaknai oleh masyarakat asli. Kata adat merupakan pinjaman dari bahasa Arab yaitu al-`âdat, yang berarti ‘sesuatu yang dilakukan berkali-kali dan terus menerus’ atau ‘sesuatu yang selalu dilakukan kembali’. Sedangkan kata al-`âdat itu sendiri merupakan derivasi dari kata kerja `âda-ya`ûdu (pulang kembali ke tempat sebelumnya) dan dari kata benda al-`ûdu (kepulangan atau cara kuno). Kata ini dipinjam oleh masyarakat asli bersamaan dengan pengislaman mereka oleh penyebar-penyebar Islam. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Kebudayaan

Antropologi Sakral dan Antropologi Profan

Kajian antropologis di Indonesia sudah berumur lama. Penelusuran dapat dilakukan hingga abad 13, yakni ketika Marco Polo menginjakkan kakinya ke Pulau Sumatra pada tahun 1292. Kesan yang eurosentris sangat jelas nampak dalam kata-katanya mengenai penduduk pulau tersebut, seperti: savages (penduduk primitif), very savage (sangat tidak beradab), like beasts (seperti binatang buas), unclean (kotor), brute beasts (orang yang kasar dan buas), very ugly brutes to look at (orang yang sangat menjijikkan untuk dilihat), nasty and brutish folk (orang brutal dan nakal), out-and-out savages (orang yang sangat tidak beradab), dan detestable (menjijikkan).[1] Baca entri selengkapnya »

Filed under: Kebudayaan

Kategori

Kalender Posting

Agustus 2017
M S S R K J S
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengunjung

  • 124,819 Orang

Arsip

Sabda Guru

Sabda Guru

Sabda Guru