Pasulukan

Ikon

for Indonesian Culture

Blogger Sesat Berbicara tentang Dibakarnya Al Qur’an “Al Qur’an dibakar ? Syukur !!!”

Pasulukan Loka Gandasasmita
“Widaksana Natasasmita”
Bijaksana dan Waspada dalam Melihat Permaslahan


Blogger Sesat Berbicara tentang Dibakarnya Al Qur’an
“Al Qur’an dibakar ? Syukur !!!”

Saya maklum jika anda benar-benar kaget membaca judul tulisan ini. Tapi saya sendiri juga maklum. Karena yang menulisnya adalah seorang blogger gila yang sudah sesat. Tapi sebelum kita memvonis, mari kita tela’ah lebih lanjut artikel dibawah ini secara seksama, dewasa serta dengan rasio/akal sehat.

Memang aneh.

Disaat jutaan umat Islam merasa terbakar dan marah atas aksi pembakaran Alquran oleh 2 orang pendeta di Amerika, malah ia dengan santai menyatakan bersyukur. Saya sendiri jadi penasaran. Karena itu saya langsung mewawancarainya:

Dan dibawah ini adalah laporan reportase dan wawancaranya.

Saya: Apa anda tidak takut dikecam oleh jutaan umat Islam dengan pernyataan anda?

Blogger sesat: Tidak.

Saya: Kenapa anda begitu yakin?

Blogger sesat: Saya kan punya alasan.

Saya: Oya, kalau boleh tahu apa alasan anda menyatakan begitu?

Blogger sesat: Supaya umat Islam tidak menyembah Alquran.

Saya: Waduh … maaf. Terus terang saya kaget mendengar pernyataan anda. Saya malah tambah bingung. Bisa anda jelaskan?

Blogger sesat: Yang wajib disembah umat Islam itu hanya Tuhan. Bukan Nabi Muhammad. Bukan Agama dan juga bukan Alquran. Apalagi para ulama, kiay, ustad, tradisi beragama dan seterusnya.

Saya: Lalu dimana letaknya umat Islam menyembah Alquran?

Blogger sesat: Banyak umat Islam menjadikan Alquran itu hanya sebagai berhala.

Saya: Waduh… maaf lagi. Ucapan anda mengagetkan saya. Maksudnya apa ya?

Blogger sesat: Ya Alquran hanya dibaca, ditarok di atas lemari bahkan ada yang meletakkannya di loteng. Alasannya karena Alquran itu suci. Padahal yang suci itu hanya Tuhan. Jadi tinggi letaknya tidak boleh dikalahkan oleh yang lain. Kalau begitu kenapa tidak ditarok di atap rumah saja. Atau di atas antena TV.

Terus Alquran sudah dijadikan bahan perlombaan, seperti kontes. Itu lomba MTQ dimana nilai penghayatannya. Semua peserta sibuk latihan menyanyikan ayat-ayatnya. Hanya untuk meraih juara. Tapi lihat kehidupan mereka sehari-hari. Apakah mereka sudah mengamalkan isinya?

Saya: (terdiam …)

Blogger sesat: Terus Alquran juga dijadikan jimat untuk banyak hal. Apa mereka lupa bahwa yang mengabulkan segala permintaan mereka hanyalah Tuhan? Dan Alquran itu hanya sebuah kertas yang dicetak. Tidak bisa memberikan apa-apa ….

Saya: Lho! Itukan firman Tuhan?

Blogger sesat: Betul. Tapi firman itu bukan huruf zahir dari Alquran. Tapi adalah maknanya. Dan maknanya itu juga tidak ada artinya walaupun anda hafal. Firman itu ayat yang hidup. Anda kan ingat kata Aisyah. Kalau ingin tahu akhlak Rasulullah ya pahamilah makna Alquran. Artinya apa? Ayat alquran yang berupa huruf mati itu hidup dalam diri Rasulullah. Hidup dalam segala tingkah lakunya. Hidup dalam hatinya. Dalam segala sikap bathinnya. Dalam imannya.

Saya: Hm … begitu ya. Jadi anda tidak marah Alquran dibakar umat lain?

Blogger sesat: Untuk apa saya marah. Yang dibakar mereka itu kan kertas. Bukan firman Tuhan. Bukan keyakinan Islam. Bukan keyakinan siapa-siapa. Apakah keyakinan anda berubah setelah mereka membakar Alquran?

Saya: Ya tidak. Tapi kita sebagai umat Islam kan jadi tersinggung. Jadi dilecehkan. Bukankah kita harus membela kehormatan Islam?

Blogger sesat: Anda berteriak-teriak. Mengutuk melalui tulisan. Demo kemana-mana. Membakar gedung-gedung, dan sebagainya. Semua itu anda anggap pernyataan iman. Membela kehormatan Islam. Bagi saya itu bohong. Anda hanya membela nafsu amarah anda. Anda justru sedang bersekutu dengan setan. Anda sedang tergelincir.

Iman anda sudah terbang berganti dengan kesurupan.

Kalau anda membela kehormatan Islam, hidupkan keyakinan Islam itu dalam diri anda. Lalu amalkan dalam segala sikap bathin dan prilaku anda. Kemudian ajak orang lain melakukan hal yang sama. Maka barulah Islam itu benar-benar tegak dalam kehidupan.

Saya: Artinya anda ingin mengatakan bahwa tidak masalah Alquran dibakar orang lain?

Blogger sesat: Berapapun mereka mau membakar Alquran kita juga tidak bisa mencegahnya. Dan itu juga percuma. Dan sebaliknya kita pun juga bisa mencetaknya kembali berapa pun kita mau. Tapi kalau iman anda yang dibakarnya, siapa yang bisa menggantinya? Atau kalau iman anda kuat, siapa yang bisa membakarnya?

Saya: Hmm …. Begitu ya. Oya! Anda kan seorang blogger. Adakah hubungan antara iman dengan blogging?

Blogger sesat: Kenapa cuma blogging. Seluruh aspek kehidupan ada hubungannya dengan iman Islam. Anda kan juga blogger. Bagaimana cara anda berinteraksi dengan pengunjung? Apa yang anda tulis pada blog anda? Bagaimana sikap dan sosok yang anda tampilkan lewat tulisan anda? Apakah anda merasa hebat, sok terhormat, sok rendah hati, sok suci atau anda munafik?

Semua itu kan penubuhan nilai-nilai Islam dalam sikap bathin dan prilaku anda. Anda mengaku tidak butuh pengunjung, tidak peduli apa ada yang membaca tulisan anda atau tidak, tidak butuh ranking alexa, tidak butuh google PR, tidak iri dengan presatsi blog lain. Tapi dalam hati anda bagaimana? Apa betul seperti yang anda katakan?

Saya: (tertidur … karena tertegun)

 

[ msc blogsite ]

Komentar dari Loka Gandasasmita : “Wajib hukumnya mempertahankan dan menghormati serta menjunjung tinggi simbol-simbol  keagamaan yang kita anut seperti  Kabah, menghormati Al Qur’an walaupun memang hanya berupa barang cetakan, firman-firman Tuhan walau hanya dalam secarik kertas, kita pun wajib menundukkan kepala tanda hormat ketika hadis Rasulullah dibacakan atau ketika ayat suci al Qur’an dikumandangkan. Wajib pula kita menghormati para ulama dan orang-orang yang berjuang membela Agama. Namun di atas segalanya kita lebih sangat wajib menjunjung tinggi Allah dan RasulNya karena simbol agama hanyalah ibarat busur yang melontarkan anak panah (diri kita) menuju kepada Al Haq Subhanahu wa ta’ala. Menghormati Simbol agama tidak berarti mempertuhankannya, yang patut diingat di dalam mengangkat dan menghormati simbol agama ada nilai perjuangan yang juga meningkatkan kualitas iman kita.

 

Filed under: Renungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Posting

Oktober 2010
M S S R K J S
« Sep   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengunjung

  • 116,242 Orang

Arsip

Sabda Guru

Sabda Guru

Sabda Guru

%d blogger menyukai ini: