Pasulukan

Ikon

for Indonesian Culture

Muhammad adalah juga Nabi umat Hindu

Pasulukan Loka Gandasasmita

“Widaksana Natasasmita”
Bijaksana dan Waspada dalam Melihat Permasalahan

Muhammad adalah juga Nabi umat Hindu

Gerbang Kerajaan Majapahti di Trowulan, Jawa Timur

Sebagai tanah air tempat tumbuh-kembangnya berbagai agama dan tradisi suci berbagai etnis, Nusantara -Indonesia sangatlah unik. Maka prinsip paradigma “Bhineka Tunggal Ika” dan Panca Sila pun menyimpan pesona misteri yang selayaknya disingkap untuk kepentingan perjalanan masa depan bangsa Indonesia.

Apalagi saat ini semakin diketemukan bukti-bukti ilmiah, dan thesis dari para sarjana dunia bahwa Indonesia adalah tempat peradaban ‘Eden in East” (Stephen Oppenheimer) dan “Atlantis, The Lost Continent has Finnaly Found” (Arisiyo Santos) dan indikasi bahwa Nusantara/Indonesia atau dengan nama lain “Sunda Lands” yang merupakan tempat lahir induk peradaban dunia, termasuk sebagai tanah air bagi perkembangan awal agama-agama dan tradisi suci dunia.

Lebih dari itu, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menemukan “benang merah”, atau “Common Ground”, atau “Samen Bundeling van alle krachtten” yang tersirat maupun tersurat dalam Pancasila sebagai landasan filosofis dan ideologis bangsa Indonesia demi kepentingan kebangkitan dan kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang. Ini semakin penting di tengah pesimisme dan skeptisme sebagain besar bangsa kita yang kini sedang didera oleh krisis multidimensi dan korupsi di berbagai bidang kehidupan  sebagai dampak dari neo-kolonialisme dan neoimperialisme yang terus berlanjut di era “Indonesia Merdeka” abad 21 ini, dalam bentuk dominasi paradigma pandangan dunia Materialisme-modernisme-sekularisme.

Berikut di bawah ini sebuah artikel yang dapat menjadi bahan pikiran dan renungan pencarian kebenaran dan nilai-nilai suci ketuhanan, mengenai kaitan historis maupun filosofis dan keruhanian antara agama Hindu dan Islam. Adakah hubungannya perkembangan awal dan asli agama Hindu dengan ajaran para Nabi Allah SWT yang awal seperti Nabi Adam AS, Nabi Idris dan Nuh As. Mengapa pula kedatangan dan ciri-ciri Nabi Muhammad SAW telah diramalkan dalam kitab-kitab suci agama Hindu sebagai “Kalki Avatar.” ? Dan mengapa mayoritas penganut Hindu di Nusantara dulu begitu dengan mudah menerima Islam-nya Nabi Muhammad SAW sebagai agama baru mereka, sehingga kemudian Islam menjadi agama mayoritas di negara kepulauan Hind/Sindh (Indo-Nesia) ini? Mengapa pula ada sebagian umat Hindu saat ini yang mengatakan bahwa Ka’bah juga adalah situs sejarah Umat Hindu?

Selamat merenung dan berfikir…

____________________________

Diberitakan :

Seorang professor bahasa dari ALAHABAD UNIVERSITY INDIA dalam salah satu buku terakhirnya berjudul “KALKY AUTAR” (Petunjuk Yang Maha Agung) yang baru diterbitkan memuat sebuah pernyataan yang sangat mengagetkan kalangan intelektual Hindu.

Sang professor secara terbuka dan dengan alasan-alasan ilmiah, mengajak para penganut Hindu untuk segera memeluk agama Islam dan sekaligus mengimani risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw, karena menurutnya, sebenarnya Muhammad Rasulullah saw adalah sosok yang dinanti-nantikan sebagai sosok pembaharu spiritual.

Prof. WAID BARKASH (penulis buku) yang masih berstatus pendeta besar kaum Brahmana mengatakan bahwa ia telah menyerahkan hasil kajiannya kepada delapan pendeta besar kaum Hindu dan mereka semuanya menyetujui kesimpulan dan ajakan yang telah dinyatakan di dalam buku. Semua kriteria yang disebutkan dalam buku suci kaum Hindu (Wedha) tentang ciri-ciri “KALKY AUTAR” sama persis dengan ciri-ciri yang dimiliki oleh Rasulullah Saw.

Dalam ajaran Hindu disebutkan mengenai ciri KALKY AUTAR diantaranya, bahwa dia akan dilahirkan di jazirah, bapaknya bernama SYANUYIHKAT dan ibunya bernama SUMANEB. Dalam bahasa sansekerta kata SYANUYIHKAT adalah paduan dua kata yaitu SYANU artinya ALLAH sedangkan YAHKAT artinya anak laki atau hamba yang dalam bahasa Arab disebut ABDUN.

Dengan demikian kata SYANUYIHKAT artinya “ABDULLAH”. Demikian juga kata SUMANEB yang dalam bahasa sansekerta artinya AMANA atau AMAAN yang terjemahan bahasa Arabnya “AMINAH”. Sementara semua orang tahu bahwa nama bapak Rasulullah Saw adalah ABDULLAH dan nama ibunya MINAH.

Dalam kitab Wedha juga disebutkan bahwa Tuhan akan mengirim utusan-Nya kedalam sebuah goa untuk mengajarkan KALKY AUTAR (Petunjuk Yang Maha Agung). Cerita yang disebut dalam kitab Wedha ini mengingatkan akan kejadian di Gua Hira saat Rasulullah didatangi malaikat Jibril untuk mengajarkan kepadanya wahyu tentang Islam.

Bukti lain yang dikemukakan oleh Prof Barkash bahwa kitab Wedha juga menceritakan bahwa Tuhan akan memberikan Kalky Autar seekor kuda yang larinya sangat cepat yang membawa kalky Autar mengelilingi tujuh lapis langit. Ini merupakan isyarat langsung kejadian Isra’ Mi’raj dimana Rasullah mengendarai Buroq.

Filed under: Agama

3 Responses

  1. Adhiputro mengatakan:

    100 % tidak setuju!!!!!!
    Hindu cinta damai..bukan kekerasan titik.

    • W. Dewanta mengatakan:

      Bung Adhi….
      Dimana hubungan antara paparan tentang Kalky Autar karya Prof.Barkash, seorang Pendeta Besar Brahmana, yang juga diterima oleh 8 Pendeta Besar Kaum HIndu di India; dengan kekerasan yang anda maksud. Lebih tahu mana sih antara anda yang nggak jelas posisinya dengan seorang Profesor dan Pendeta Besar Brahmana yang telah melakukan kajian secara ilmiah…. sehingga anda berani mengatakan 100% tidak setuju! Jangan emosional, karena itu akan menampakkan belang kebodohan anda sendiri. Sikapi secara proporsional !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Posting

Agustus 2010
M S S R K J S
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Pengunjung

  • 116,242 Orang

Arsip

Sabda Guru

Sabda Guru

Sabda Guru

%d blogger menyukai ini: