Pasulukan

Ikon

for Indonesian Culture

KHUTBAH NASRUDIN

Pasulukan Loka Gandasasmita

“Widaksana Natasasmita”
Bijaksana dan Waspada Dalam Melihat Permasalahan

KHUTBAH NASRUDIN

Selain Abu Nawas yang kocak, dunia Islam juga mengenal nama Nashrudin Khoujah sebagai tokoh yang mengajarkan kearifan melalui humor. Nama lengkapnya adalah Khawaja Nashrudin Juha atau lebih dikenal dengan Nashrudin Khouja. Orang Barat menyebut namanya Nashrudin Hoja, sedangkan di tanah Persia ia diberi gelar Mullah Nashrudin.

Ia adalah seorang Syeikh sufi yang madzjub yang mengajarkan hikmah-hikmah tasawuf lewat tingkah-polahnya yang eksentrik. Kata-katanya lucu, kadang penuh sindiran namun jika direnungkan lebih dalam selalu bernuansa hikmah. Lewat berbagai kisah hidupnya yang penuh kekonyolan dan juga penderitaan, ia mengajari sekaligus menyindir orang untuk berani menertawai diri sendiri-suatu metode kearifan untuk menghilangkan egoisme dan rasa takabur di dalam hati.

Jika Abu Nawas hidup sezaman dengan khalifah Harun al-Rasyid, Nashrudin hidup di zaman kaisar Timur Lenk yang berdarah Mongol yang terkenal dengan kekejamannya. Dengan segenap kecerdikan siasatnya, Nashrudin selalu mampu mengkritik Timur Lenk sekaligus tetap aman dari kemarahannya.

Kali ini kita simak salah satu kisahnya.

Suatu hari, Nashrudin duduk di mimbar untuk memberikan mauizhah hasanah di salah satu masjid di kotanya, Aq Syahr Turki. Nashrudin berkata, “Hai orang-orang Islam, apakah kalian tahu apa yang akan aku katakan kepada kalian?” Mereka yang hadir menjawab, “ Tidak, kami belum tahu!”

Nashrudin berkata, “Jika kalian tidak tahu, untuk apa aku bicara?” Lalu ia turun dari mimbar. Pada hari lain, ia duduk di atas mimbar dan bertanya seperti sebelumnya. Tak ingin dibodohi lagi oleh Nashrudin, jamaah yang hadir segera menjawab, “ Ya, kami sudah tahu!” Maka ia berkata, “Kalian sudah tahu apa yang akan aku bicarakan, lalu apa gunanya aku bicara?” Nashrudin langsung turun dari mimbar. Hadirin bingung mencari jawaban yang benar untuk pertanyaan itu.

Pada kali ketiga Nashrudin datang kepada mereka, ia juga melontarkan pertanyaan sebagaimana dahulu. Mereka berselisih dalam menjawab pertanyaan itu. Sebagian menjawab, “Ya!” Namun yang  lain menjawab, “Tidak!” Maka Nashrudin berkata, “Bagus, sangat bagus! Yang tahu memberitahu yang tidak tahu!”

Filed under: Relaksasi

One Response

  1. Arieftc mengatakan:

    salam kenal, mohon sekiranya pengurus dapat mengirimkan ke email saya untuk setiap tulisan2 baru terutama mengenai topik Munajat para Solihin.

    Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Posting

Juli 2010
M S S R K J S
« Jun   Agu »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pengunjung

  • 116,242 Orang

Arsip

Sabda Guru

Sabda Guru

Sabda Guru

%d blogger menyukai ini: