Pasulukan

Ikon

for Indonesian Culture

Sari Kebijakan Timur

KUAN SHI YIN TSING

AJARAN WELAS ASIH KWAN YIN POU SAT /

AVALOKITESVARA BODHISATTVA .

  1. Jika orang bikin kita susah, anggaplah itu adalah tumpukan rejeki .
  2. Mulai hari ini, belajarlah setiap hari menyenangkan orang lain .
  3. Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan satu tujuan, itulah bahagia.
  4. Lari dan berlarilah yang cepat untuk mengejar hari esok .
  5. Setiap hari kamu sudah harus merasa puas dengan apa yang kamu sudah miliki saat ini .
  6. Setiap kali kalau ada orang memberi kamu satu, kamu harus mengembalikannya sepuluh kali lipat.
  7. Nilailah kebaikan orang lain terhadap kamu, tetapi hapuskanlah semua jasa yang pernah kamu berikan kepada orang lain .
  8. Dalam keadaan benar kamu difitnah, dipersalahkan dan dihukum, maka kamu akan mendapat pahala .
  9. Dalam keadaan salah kamu dipuji dan dibenarkan, itu merupakan hukuman .
  10. Orang yang benar kita bela, tetapi yang salah kita beri nasehat .
  11. Jika perbuatan kamu benar, kamu difitnah dan dipersalahkan, tetapi kamu menerimanya, maka akan datang rejeki kepadamu yang berlimpah-limpah .
  12. Jangan selalu melihat/mengencam kesalahan orang lain, tetapi selalu melihat diri sendiri .
  13. Orang yang baik diajak bergaul, tetapi orang jahat dikasihani.
  14. Kalau wajahmu tersenyum, hatimu senang pasti aku terima.
  15. Dua orang saling mengakui kesalahan masing-masing, maka kedua orang tersebut akan berteman sampai akhir hayat .
  16. Saling salah-menyalahkan, maka akan mengakibatkan putus hubungan .
  17. Kalau kamu rela dan tulus menolong orang yang dalam keadaan susah, maka jangan sampai diketahui bahwa kamu sebagai penolong .
  18. Jangan membicarakan sedikitpun kejelekan orang dibelakangnya, sebab kamu akan dinilai jelek oleh si pendengar .
  19. Kalau kamu mengetahui orang berbuat salah, maka tegurlah langsung dengan kata-kata yang lemah-lembut, hingga orang itu menjadi insaf.
  20. Doa dan sembah sujudmu akan aku terima , apalagi kamu bisa sabar dan menuruti jalanku.

Ini semua yang harus diingat dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya dibaca dan dibicarakan tanpa mengetahui maksud yang sebenarnya. Barang siapa yang memperbanyak dan ikut serta menyebarkan ajaran ini akan mendapatkan pahala yang tak terhingga, tetapi bukan untuk mencari nama dan kemasyuran .

10 Tuntunan Kwan Yim Pou Sat

Tuntunan Kebaikan dan Kebenaran dari Avalokitesvara

  1. Makhluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi “setan” atau “malaikat”.
  2. Kebebasan bukan terletak pada kekuatan yang dimiliki melainkan bagaimana menggunakan kekuatan itu dengan benar.
  3. Wahai orang orang yang menyalakan lilin dan membakar dupa! hendaknya dengan tulus hati menghayati arti Welas asih dan kasih sayang Dewi Kwan Yin.
  4. Hidup duniawi tidak luput dari Lahir, Tua, Sakit, Mati dan Duka. untuk menghindarkan dari segala siksaan duniawi, maka sebelum anda harus mematuhi, menghormati dan mengamalkan ajaran-ajaran Tuhan Yang Maha Esa. Kuatkan iman jangan tergoda segala Versi ulah manusia yang bersifat negatif. Berbuat baik tanpa menampilkan diri.
  5. Bila anda melekat dan terikat pada pendirian anda, maka anda tidak memiliki pandangan yang terang.
  6. Bila kemelekatan dan keterikatan timbul, maka anda tidak memiliki pandangan yang benar.
  7. Bila anda melekat dan terikat pada kehidupan ini, maka anda bukanlah seorang yang melatih diri dalam pengembangan bathin.
  8. Menaklukkan ribuan orang belum bisa disebut sebagai pemenang tapi mampu mengalahkan diri sendiri itulah yang disebut penakluk gemilang.
  9. Baik sepatutnya dibalas baik, jahat jangan dibalas jahat. Bukan tiada pembalasan, hanya belum saatnya Hukum Karma berlaku abadi.
  10. Kesempurnaan manusia yang sejati bukan pada apa yang dimilikinya, melainkan bagaimana dirinya.

PAI SUI LAU JEN 22 MUTIARA .

KATA-KATA MUTIARA
KEHIDUPAN DAN PEMBINAAN DIRI
(Pai Sui Lau Jen)

MUTIARA 1 :
Bila menyalahkan diri sendiri seperti menyalahkan orang lain, maka kesalahan kita akan sedikit.
Bila memaafkan orang lain seperti memaafkan diri sendiri maka tiada kesulitan yang timbul dalam berhubungan dengan orang lain.

MUTIARA 2 :
Di dalam pembinaan diri kita boleh keras terhadap diri sendiri,
Tapi dalam persaingan dengan orang lain janganlah melakukan hal tersebut.

MUTIARA 3 :
Hormatilah orang yang paling tidak engkau hormati, kasihilah orang yang paling jauh dihatimu (benci), dengan demikian hidup ini akan penuh dengan kegembiraan dan kesenangan.

MUTIARA 4 :
Manusia bila diperlakukan dengan hati sejati ( liang sin ), maka meskipun dia jahat bagaikan binatang atau setan, lama kelamaan akan timbul ketulusan hatinya.

MUTIARA 5 :
Nama yang harum muncul dari dalam hati yang merendah, yang dapat menerima hinaan, kesabaran dan kerendahan hati menyebabkan budi pekerti menjadi agung.

MUTIARA 6 :
Hati yang menempuh jalan Ketuhanan ( jalan Tao ) adalah lurus dan agung. Ilmu sesat adalah ajaib dan tersembunyi. lebih baik menjadi pelayan daripada menjadi budak ilmu-ilmu sesat.

MUTIARA 7 :
Mengkritik orang harus luwes, terlalu lurus adalah pantangan besar,
Menggunakan kepandaian harus halus, terlalu menonjol adalah pantangan besar.
Menghukum orang lain harus bersifat mendidik, terlalu kejam adalah pantangan besar.

MUTIARA 8 :
Bila kita menoleh kebelakang, merenung sejenak, kita dapati kesalahan kita telah bertumpuk,
Bila kita melangkah maju kedepan sambil memandang dengan sebelah mata, maka akan terasa telah memperoleh banyak kemajuan.

MUTIARA 9 :
Mempersatukan cita-cita orang banyak dapat menciptakan karya besar,
Tapi bila hanya seorang diri meskipun telah menguras semua kepandaian, namun jika timbul sedikit keraguan kecil saja takkan mampu kita menghadapinya.

MUTIARA 10 :
Berdiam diri dapat memelihara roh diri kita, maka bila dapat berdiam diri adalah bagaikan menyantap buah kebebasan jiwa,
Menahan diri dapat menghindari bahaya, maka bila dapat menahan diri adalah bagaikan menghirup sop aman sentosa.

MUTIARA 11 :
Jasa keuntungan jangan untuk diri sendiri saja tapi ingatlah akan orang lain, itulah namanya mengerti akan kemurahan hati,
Namun kesalahan jangan dilemparkan semuanya kepada orang lain, tapi sisakan sebagian untuk diri sendiri, itulah yang dinamakan berhati baik.

MUTIARA 12 .
Nilai tertinggi dari kemuliaan adalah dapat merendahkan hati, nilai tertinggi dari kekayaan adalah gemar beramal ,
Kaidah di dalam situasi kesusahan adalah tahu diri ,
Kaidah di dalam kemiskinan adalah tiada keinginan yang berlebihan .

MUTIARA 13 .
Tiada yang lebih mulia daripada mulianya seorang Nabi dan seorang yang bijak.
Tiada yang lebih hina dari pada orang yang tidak tahu malu.
Tiada yang lebih hina dari orang yang belum mendapatkan “Tao”,
Tiada kekayaan yang lebih banyak dari pada kaya akan budi pekerti.

MUTIARA 14 .
Tiada ketentraman yang lebih tentram dari pada tahu batasnya akan kecukupan,
Tiada yang lebih bahaya dari pada kebanyakan bicara,
Tiada kegembiraan yang lebih gembira dari pada beramal,
Tiada kesengsaraan dari pada sengsaranya keserakahan,
Tiada akal yang lebih panjang dari pada di dalam permainan akal-akalan,
Tiada yang lebih kerdil daripada kerdilnya keyakinan akan diri sendiri yang berlebihan,
Tiada yang lebih terang daripada terangnya hukum alam,
Tiada yang lebih gelap daripada gelapnya kenifan diri sendiri,
Tiada kejahatan yang lebih jahat daripada mengumbar nafsu,
Tiada bahaya yang lebih besar daripada bahaya yang ditimbulkan dari mempergunjingkan orang lain.

MUTIARA 15 .
Beramal pasti ada pahalanya, hal ini adalah hukum alam.
Maka orang yang pengasih berdasarkan akan hukum ini menasehati orang,
Beramal tanpa pamrih (tanpa mengharapkan imbalan) adalah hati yang penuh kasih daripada nabi dan para suci.
Sedangkan seseorang yang budiman dengan niat hati yang demikianlah menolong umat manusia.

MUTIARA 16 .
Mawas diri dikala merenung, jangan mempergunjingkan kejengkelan dikala mengobrol.
Berbuat segala sesuatu janganlah berlebihan, mengkritik orang jangan sampai tidak ada batasannya.

MUTIARA 17 .
Saya tidak tahu orang yang bagaimanakah disebut sebagai seorang budiman.
Akan tetapi orang yang selalu mau berkorban itulah sebagai seorang budiman.
Sayapun tidak tahu bagaimanakah disebut orang yang berjiwa kerdil.
Tapi orang yang selalu ingin enak sendiri dan tidak memperdulikan orang lain itulah orang yang jiwanya kerdil.

MUTIARA 18 .
Bila hatimu gelap apa gunanya memasang lampu?
Bila hatimu tidak adil apa gunanya “Liam Keng” (berdoa dengan membaca kitab suci).

MUTIARA 19 .
Obat yang paling mujarabpun sulit menyembuhkan penyakit karma,
Rejeki berlimpah takkan membuat kaya orang yang bernasib miskin.
Menguntungkan diri sendiri dengan cara merugikan orang lain akan memperpendek usia.
Berbuat baik membina budi memberkahi anak cucu.

MUTIARA 20 .
Orang jahat ditakuti orang, tapi tuhan takkan pernah takut.
Orang baik sering ditekan, tapi Tuhan tidak pernah menekan orang baik.
Hukum karma jelas ada dan berjalan serta berakibat sampai pada anak cucu kita , tapi yang paling dekat adalah pada diri kita sendiri.

MUTIARA 21 .
Jagalah mulut sendiri. jangan selalu mempergunjingkan kejelekan orang lain,
Karena kekurangan akan diri sendiri kapankah kita pernah memberitahukannya kepada orang lain ?
Pertengkaran dan perselisihan janganlah dikeruhkan lagi, tampak olehmu orang-orang yang bersusah payah untuk mencelakakan orang lain, janganlah anda ikut untuk marah !
Menipu hati sendiri dapat menghabiskan rejeki sepanjang hidup,
Menempuh jalan pintas akan mendapat ganjaran miskin seumur hidup.

MUTIARA 22 .

Janganlah melakukan perbuatan yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.
Bila anda sudah membaca buah karya “Kong Hu Cu”, maka anda sudah paham akan tata krama .
Dari “Cou Kung” seorang Budiman yang menghormati orang lain takkan pernah rugi,
Karena dia berlaku sopan santun terhadap orang lain.
Seorang Budiman meskipun dia berkuasa dia selalu ingat untuk menjaga berkahnya,
Tapi seseorang yang berjiwa kerdil menggunakan kuasanya untuk menindas orang.
Bila takut diketahui oleh orang lain, janganlah kita lakukan lagi.
Bila ingin disegani orang lain maka rajin-rajinlah belajar.
Ingat hina dikala memperoleh kehormatan dan bahaya disaat tenteram.
Berpikirlah tiga kali sebelum bertindak, menyesal tidak datang lebih dahulu.
Sepatah kata saja yang diucapkan takkan terkejar oleh larinya kuda (pegang janji) .
Berhati-hatilah didalam ucapan dan perbuatan, waspadalah selalu setiap saat.

Ching Cing Cing

Selain Tao Tek Cing, Kitab Tao yang juga diyakini sebagai karya Lao Tse adalah Ching Cing Cing / Kitab Kemurnian dan Keheningan. Kitab ini sangat singkat tetapi padat, hanya terdiri dari 12 bab. Didalamnya banyak mengulas tentang “Pemahaman” akan TAO yang hanya bisa dicapai melalui latihan spiritual / meditasi / Cing Co.

Bab 1
Tao yang Agung Tiada Rupa, justru menciptakan langit dan bumi.
Tao yang Agung Tiada Rasa, justru mengedarkan surya dan rembulan.
Tao yang Agung Tiada Nama, justru terus menerus memelihara segala makhluk.
Aku tidak tahu apakah nama “Peranan Gaib” yang beraksi itu,
Maka di sunting lah huruf TAO sebagai nama untuk NYA.

Bab 2
Tao ada yang bersifat jernih yang mendesak penciptaan zat jernih.
Ada pula yang bersifat keruh yang mendesak penciptaan zat keruh.
Ada yang bersifat gerak yang mendorong penciptaan zat gerak
Dan ada pula yang bersifat diam yang mendorong penciptaan zat diam.
Langit adalah zat jernih, bumi adalah zat keruh.
Langit adalah zat gerak, bumi adalah zat diam.
Laki-laki sebagai zat jernih dan perempuan sebagai zat keruh.
Laki-laki sebagai zat gerak dan perempuan sebagai zat diam.
Dengan tumbuhnya zat awal sampai dengan terbentuknya zat akhir,
maka terciptalah makhluk demi makhluk di Alam Semesta.

Bab 3
Zat jernih adalah sumber dari zat keruh. Zat gerak adalah pokok daripada zat diam.
Bila manusia senantiasa dapat menempatkan diri pada “Kemurnian dan Keheningan”.
Maka segenap rohnya akan kembali lagi pada pangkuan langit,
dan segenap raganya akan kembali lagi pada pangkuan bumi.

Bab 4
Roh Sejati manusia suka akan Kemurnian, namun senantiasa diusik oleh jiwa diri sendiri.
Jiwa sejati manusia suka akan ketenangan, namun senantiasa ditarik oleh hasrat diri.
Barang siapa dapat senantiasa menyingkirkan hasrat,
maka dengan sendirinya kondisi jiwa dapat mencapai keheningan.
Barang siapa dapat senantiasa menjernihkan jiwa,
maka dengan sendirinya kondisi roh dapat mencapai kemurnian.
Dengan demikian 6 hasrat yang timbul dari pikiran dan perasaan tidak akan pernah muncul.
Sedangkan 3 racun yang juga timbul dari pikiran dan perasaan sudah menjadi sirna.

Bab 5
Barang siapa tidak mampu menempatkan roh dan jiwa dalam kondisi murni dan hening.
Justru karena kondisi jiwa belum lagi jernih dan kondisi hasrat belum lagi hampa.
Barang siapa sudah mampu menempatkan roh dan jiwa dalam kondisi murni dan hening.
Maka dengan renungan meninjau batin, batin tidak tersisa pikiran dan perasaan apapun.
Dengan pandangan meninjau keluar kondisi rupa,
kondisi rupa tidak akan terlihat wujud apapun.
Dengan khayalan meninjau jauh pada kondisi makhluk,
kondisi makhluk tidak akan terbayang gambaran apapun.
Setelah ketiga obyek peninjauan itu sudah mencapai “Tidak Ada”,
maka yang ada hanyalah kondisi hampa semata (Gong).

Bab 6
Meninjau kehampaan sama pula dengan “hampa”.
Hampa sesungguhnya “Tidak ada kehampaan”.
Justru adanya pengaruh indera maka terwujudlah “Kehampaan sudah tidak ada”.
Ada sama pula dengan “Tidak ada”.
Justru adanya pengendalian diri maka terciptalah “Ada sudah tidak ada”.
Demikian pula tenang hampa sama pula dengan selalu hening.
Hening sesungguhnya “Tidak ada Keheningan”.
Hasil penggemblengan diri meniadakan pengaruh indera seperti itu,
bagaimanakah hasrat dapat muncul merongrong ?
Setelah hasrat tidak lagi berperan, maka saat itulah dinamakan kondisi Tenang Sejati.

Bab 7
Pakailah kewajaran murni untuk berinteraksi dengan makhluk alam
Pakailah kewajaran murni untuk mendapatkan watak sejati.
Senantiasa menempatkan diri pada keharmonisan
dan senantiasa menempatkan diri pada ketentraman.
Dengan demikian kemurnian dan ketenangan yang kekal abadi tentulah dapat dinikmati.
Bilamana kemurnian dan ketenangan seperti itu sudah dapat dinikmati.
Maka lambat laun akan memasuki tingkatan Tao Sejati.

Bab 8
Sekalipun atas nama sudah diberi predikat “Mendapatkan Tao”
Sesungguhnya tiada apapun yang diperoleh.
Kelakuan yang dapat mengarahkan dan membimbing sekalian makhluk,
Kelakuan itu dapat dinamakan sebagai “Mendapatkan Tao”
Barang siapa dapat mencapai kesadaran dalam hal itu,
sesungguhnya diperkenankan menyebarkan Tao Suci.

Bab 9
Aku Bersabda:
Manusia yang berpengetahuan tinggi tidak melibatkan diri pada tindak penjiplakan.
Manusia yang berbudi luhur tidak mengukuhkan diri pada perihal budi.
Manusia yang berbudi hina perlu mengukuhkan diri pada perihal budi.
Barang siapa tengah sibuk mengukuhkan diri pada perihal budi,
sesungguhnya tidaklah dapat dinamakan pemilik Kelogisan Budi.

Bab 10
Sekalian makhluk tidak bisa mendapatkan Tao Sejati justru karena memiliki kekalutan jiwa.
Setelah memiliki kekalutan jiwa, timbullah getaran yang mengejutkan ketentraman roh.
Setelah mengejutkan ketentraman roh, maka dengan segera terikat pada segala benda.
Setelah terikat pada segala benda, maka segera timbul ketamakan dan penuntutan.
Setelah timbul ketamakan dan penuntutan, maka segera timbul kemurkaan dan kesesatan.

Bab 11
Kemurkaan dan kesesatan serta kekalutan dapat menimbulkan kesedihan dan kegelisahan.
Baik didalam jiwa maupun didalam raga.
Bilamana manusia sudah dihinggapi pikiran dan perasaan seperti itu,
maka sudah pasti menderita kekeruhan dan kebobrokan.
Berkelana di antara lahir dan mati, senantiasa tenggelam dalam lautan duka.
Kehilangan Tao Sejati selamanya.

Bab 12
Tao yang lahir dari kewajaran murni itu,
akan diperoleh dengan sendirinya bagi manusia yang Sadar.
Barang siapa sudah memperoleh kesadaran di dalam Tao,
maka sudah tentu dapat menikmati kemurnian dan keheningan yang kekal abadi.

Filed under: Renungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Posting

Juni 2010
M S S R K J S
    Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Pengunjung

  • 117,295 Orang

Arsip

Sabda Guru

Sabda Guru

Sabda Guru

%d blogger menyukai ini: