Pasulukan

Ikon

for Indonesian Culture

Penyembah Setan

Pasulukan Loka Gandasasmita
“Widaksana Natasasmita” Bijaksana dan Waspada Dalam Melihat Permasalahan

Penyembah Setan

Satanic  Symbol (Lambang Setan)

Simbol atau lambang klenik (gaib) adalah sarana kekuatan yang digunakan pengikut aliran sesat untuk memohon bantuan kekuatan jahat dalam dunia gaib dan pemujaan setan. Tetapi penggunaannya baru bisa efektif jika dalam bentuk tiga dimensi.

Simbol digunakan orang untuk menarik perhatian kekuatan gelap. Sebagian besar dari kita belum sepenuhnya menyadari kekuatan misterius dari simbol-simbol yang digunakan. Terkadang kita menggunakannya sebagai kalung yang melingkari leher, jadi gelang di pergelangan tangan, atau menyimpannya di dalam kamar. Hati- hati! Simbol-simbol itu sesungguhnya bukan gambar tak bermakna. Tapi ada kekuatan jahat di baliknya.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Filed under: Agama

Hitler’s Bodyguard Deathbed Confessions, Photos Support Claims That George H. Scherf (Bush), Jr., was the 41st U.S. President

Pasulukan Loka Gandasasmita

“Widaksana Natasasmita”

Bijaksana dan waspada dalam melihat permasalahan

Hitler’s Bodyguard Deathbed Confessions, Photos Support Claims That George H. Scherf (Bush), Jr., was the 41st U.S. president

Tesla with King Peter II of Yugoslavia at the Hotel New Yorker July 15, 1942. It is strange that Tesla, one of the most brilliant inventors ever, would die penniless and his “trusted assistant”, according to Otto Skorzeny and some strangely corroborating records, was “George H. Scherff (Bush), Sr.” Tesla died January 6, 1943.

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Lencanaku

“Tidurku”

Oleh : Ki H. Derajat

Tidurku adalah matiku …

anganku, keakuanku, derita, bahagia

semua sirna tertelan ketakberdayaan …

di sanalah aku mesra dengan Engkau

Baca entri selengkapnya »

Filed under: Renungan

Jangan Terlalu Dalam

Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi — kita tahu — menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.

Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.

Nasrudin kemudian bertanya, “Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan ?”

Hakim tersenyum lebar. “Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya.” Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. “Wah, enak benar mentega ini!”

“Yah,” jawab Nasrudin, “Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam.” Dan berlalulah Nasrudin.

Filed under: Relaksasi

Kategori

Kalender Posting

Juni 2010
M S S R K J S
    Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Pengunjung

  • 128,925 Orang

Arsip

Sabda Guru

Sabda Guru

Sabda Guru