Pasulukan

Ikon

for Indonesian Culture

Artikel TIME Mendorong Agenda Geo-engineering

Oleh: Steve Watson
Selasa, 18 Agustus 2009
(Sumber: http://www.infowars.net)

Upaya menyesuaikan publik dengan ide penyemprotan partikel sulfur sedang berlangsung.

Sebuah artikel baru dalam majalah TIME mengesankan bahwa meng-geo-engineering (memanipulasi atmosfer bumi-penj) planet ini kemungkinan merupakan satu-satunya cara terdepan untuk mencegah “keruntuhan” iklim (climate “collapsing”).

Artikel Bryan Walsh tersebut, berjudul Can Geoengineering Help Slow Global Warming?, mengesankan bahwa melalui penggunaan bahan bakar fosil kita telah “benar-benar menjadi geoengineer” dan bahwa “kita juga bisa memperoleh kebaikan dari hal tersebut”.

“Kalau kita bisa meng-geoengineer bumi hingga kacau-balau karena kerakusan kita akan bahan bakar fosil, maka kita juga harus meng-geoengineer cara kita atas hal ini,” tulis Walsh, sambil menyebutkan sebuah karya ilmiah baru dari Copenhagen Consensus on Climate, sebuah lembaga think tank.

Dalam karya ilmiah ini, salah seorang penulis, Lee Lane, menyebutkan usulan lazim tentang cara-cara mendinginkan planet, meliputi pemanfaatan cermin ruang angkasa (space mirror), uap air laut (seawater-mist), dan gunung berapi buatan manusia.

Namun bentuk paling menonjol dari geo-engineering yang disebutkan dalam karya tersebut adalah penyemprotan sulfur (belerang) ke udara.

“Satu-satunya cara untuk mengecilkan peran thermostat (alat yang secara otomatis mengatur atau merespon temperatur-penj) adalah menyebarkan partikel sulfur ke atmosfer, baik melalui artileri maupun pesawat terbang, yang menebalkan udara sehingga ia memantulkan kembali cahaya matahari (ke angkasa)… ini perlu dilakukan secara terus-menerus, untuk menghadapi efek rumah kaca yang terus meningkat,” jelas artikel tersebut.

Sebagaimana telah kami sorot sebelumnya, ketika isu ini terakhir kali masuk headlineheadline surat kabar, proses yang digambarkan itu benar-benar sedang dilaksanakan oleh universitas-universitas afiliasi pemerintah, dinas-dinas pemerintah, dan dilakukan dalam skala besar melalui penyemprotan chemtrail.

Proyek penelitian program-program aerosol (sistem penyemprot gas-penj) atmosfer yang dijalankan di masa lalu hingga saat ini merupakan suatu penegasan bahwa pemerintah telah aktif di bidang ini selama bertahun-tahun

Topik geo-engineering muncul ke permukaan pada bulan April lalu ketika kepala divisi sains Obama, John Holdren, berkomentar dalam sebuah wawancara dengan AP (Associated Press) bahwa ia sedang mendorong program radikal pembentukan terra (dataran tinggi kasar dengan albedo [reflektifitas terhadap radiasi matahari] yang relatif tinggi-penj).

Usulan Holdren tentang peng-geo-engineering-an planet persis mencerminkan publikasi-publikasi yang ditulis oleh kelompok internasional elit, Council on Foreign Relations, yang juga menghendaki implementasi Pajak Karbon global pada tahun 1999.

Komentar Direktur White House of Science and Technology Policy itu (John Holdren) kemudian berbalik 360 derajat setelah media massa mengulasnya dan menjadikannya headline utama.

Minat Holdren dalam program geo-engineering radikal harus menjadi perhatian besar rakyat Amerika dan seluruh penduduk dunia karena ia juga diketahui menganjurkan teknik-teknik ekstrim pengendalian populasi berupa aborsi dan sterilisasi massal di bawah pengawasan “Rezim Planet”.

Anda mungkin mengatakan, “Mustahil? Itu pasti terlalu dibesar-besarkan atau hanya lelucon.” Jika Anda tidak percaya, Anda bisa membaca buku karangan Holdren sendiri, Ecoscience, yang ditulis bersama penulis lain pada tahun 1977. Petikan-petikan buku tersebut bisa ditemukan dalam artikel-artikel kami sebelumnya di sini.

Menariknya, Lee Lane, si penulis karya ilmiah geo-engineering tadi, juga merupakan anggota American Enterprise Institute (AEI), sebuah tempat kumpul bersama bagi para tokoh neokonservatif seperti John Bolton, David Frum, Irving Kristol, Richard Perle, Paul Wolfowitz, dan John Yoo.

AEI terkenal karena sering menebarkan keragu-raguan atas teori pemanasan global yang diakibatkan oleh manusia, dan ia banyak didanai oleh perusahaan-perusahaan energi, selain juga dikenal baik sebagai sebuah forum untuk melahirkan peluang bisnis.

Pewacanaan dan pengulangan ide—secara coba-coba—pembentukan terra planet bumi merupakan langkah pertama menuju pengenalan ide tersebut kepada masyarakat luas.

Salah satu kenyataan yang telah diterima secara luas adalah fakta bahwa ketika ilmuwan mengusulkan suatu ide, sebenarnya ilmuwan tersebut, dengan akses terhadap pendanaan gelap dan tak terbatas dari pemerintah rahasia, benar-benar sedang mengerjakan idenya.

Besar kemungkinan penyemprotan sulfur dan chemtrail merupakan manifestasi “geo-engineering” yang sedang berlangsung tanpa didiskusikan, pemberitahuan, atau suatu bentuk legalitas, dan tanpa kekhawatiran akan potensi bahayanya terhadap kesehatan dan lingkungan kita.

Filed under: Waspada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender Posting

Juni 2010
M S S R K J S
    Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Pengunjung

  • 116,242 Orang

Arsip

Sabda Guru

Sabda Guru

Sabda Guru

%d blogger menyukai ini: